"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya."
(Ar-Rafi'i)
Adakah diantara kita yang tersayat atau terluka?Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Dalam perjalanan panjang yang seperti ini, kita memerlukan satu bekal, yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Jika kita tidak lapang dada dan tidak mudah bersabar, kita pasti akan menjadi orang yang paling menderita di dunia ini . Sebab penderitaan terbesar adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan yang remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal,kesal hati, wajah murung, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan airmata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.
Apa rahasia lapang dada? Salah satunya adalah wawasan ilmu yang luas. Orang yang sempit wawasan adalah orang yang takut dengan perkara-perkara kecil, sangat takut dengan peristiwa yang remeh dan mudah marah dengan kata-kata yang tidak berkenan dihatinya. Seseorang bahkan bisa sampai terbakar puncak kemarahannya disebabkan peristiwa yang sebenarnya bisa dilewati dengan memejamkan mata. Bahkan bisa dilewati dengan senyum bila dibarengi sedikit berfikir lapang dada.
(Ar-Rafi'i)
Adakah diantara kita yang tersayat atau terluka?Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Dalam perjalanan panjang yang seperti ini, kita memerlukan satu bekal, yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Jika kita tidak lapang dada dan tidak mudah bersabar, kita pasti akan menjadi orang yang paling menderita di dunia ini . Sebab penderitaan terbesar adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan yang remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal,kesal hati, wajah murung, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan airmata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.
Apa rahasia lapang dada? Salah satunya adalah wawasan ilmu yang luas. Orang yang sempit wawasan adalah orang yang takut dengan perkara-perkara kecil, sangat takut dengan peristiwa yang remeh dan mudah marah dengan kata-kata yang tidak berkenan dihatinya. Seseorang bahkan bisa sampai terbakar puncak kemarahannya disebabkan peristiwa yang sebenarnya bisa dilewati dengan memejamkan mata. Bahkan bisa dilewati dengan senyum bila dibarengi sedikit berfikir lapang dada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar