Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 13 Agustus 2009

CANGKIR YANG CANTIK

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja kesebuah toko sovenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "lihat cangkir itu, "kata si nenek kepada suaminya. "kau benar, itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat, "ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. "Terima kasih untuk perhatiannya. Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia memulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! aku berteriak, tetapi orang itu berkata,"belum!" lalu ia menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,tanpa menghiraukan teriakanku. bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku kedalam perapian. Panas !Panas ! teriakku dengan keras. Stop! cukup! teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, "belum!"
Akhirnya, ia menggangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku samapai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Ugh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! aku berteriak. Wanita itu berkata, "belum!" lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi, orang itu tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku "kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. semua kesakitan dan penderitannku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Teman, seperti itulah ALLAH membentuk kita. Pada saat ALLAH membentuk kitsa, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-NYA.
Teman, anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab kita tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup[, jangan kecil hati karena ALLAH sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai kita akan melihat betapa cantikknya ALLAH membentuk kita.
Kita akan bermetamorfosis dalam kepompong Ramadhan 1430 H....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar